Jumat, 27 April 2012

Stratetegi Mengangkat UKM menjadi “Usaha Kreatif Merajalela”


Tahun 2014 di perkirakan pendapatan perkapita Indonesia akan menembus angka $5000. Hal ini akan membuat tingkat konsumsi meningkat dan mengakibatkan masyarakat menjadi lebih konsumtif. Bila tidak diimbangi dengan produksi dalam negeri yang tinggi maka neraca perdagangan Indonesia akan menjadi defisit.

Disamping negara BRIC (Brazil, Rusia, India, Cina), perekonomian Indonesia mulai menguat. Saat dunia dilanda krisis 2008, Indonesia menorehkan prestasi dalam pertumbuhan ekonomi, World Bank pun mengapresiasi Indonesia sebagai penyerap investor terbaik dunia disusul Cina dan India. Tak heran Indonesia menjadi sasaran investor asing dan produk-produk impor.

Indonesia dihadapkan dengan kondisi akan menjadi pasar atau pemasar. UKM yang mempunyai kontribusi sebesar 57% pada GDP nasional merupakan harapan agar bangsa ini dapat menjadi pemasar dalam perekonomian internasional. 
 
Ke depan UKM akan menghadapai perusahaan-perusahaan dalam dan luar negeri. Maka UKM harus bersatu dan menciptakan strategi jitu agar dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Strategi “5 sadar” merupakan strategy yang dihasilkan IBEC (Indonesia Business & Entrepreneurship Conference) agar UKM tidak hanya menjadi usaha kecil menengah namun dapat menjadi usaha kreatif merajalela. 


Sadar financial
 Entrepreneur sering terjebak dalam wara-wiri bisnis sehingga arus kas hanya berasal dari pendapatan bisnis saja. Investasi yang tepat dapat menjadi sumber arus kas lainnya. Terkadang hasil pendapatan investasi lebih besar dari pada pendapatan bisnis. Sebaiknya para pengusaha, khususnya UKM yang mempunyai cukup modal mulai melakukan investasi di bidang lain agar tetap mempunyai sumber penghasilan ketika bisnis sedang redup.
 

Income Pentagon  merupakan strategi kolaborasi antara bisnis dan investasi yang fokus pada penciptaan arus kas. Konsep ini membuat entrepreneur melakukan asset management yang tepat sehingga arus kas berjalan dan bisnis dapat berkembang.

Income pentagon menempatkan sedekah sebagai anchor utamanya dan disertai lima anchor lainnya seperti Bisnis, Waralaba, Emas (logam mulia), Properti, dan Investasi Sektor Keuangan. Dengan mengkolaborasikan sedekah beserta pasangan atau kelima anchor tersebut secara konsisten, bisnis akan mempunyai arus kas yang kuat. Income pentagon tidak membicarakan tentang berapa jumlah uang yang dimiliki. Kecerdasan financial tentang pengetahuan uang tersebut dan aksi konkrit lah yang akan membuahkan hasil.


Sadar Online
Internet sudah menjadi kebutuhan dalam kehidupan yang semakin maju karena dapat mempermudah berbagai kegiatan. Bentuk-bentuk fisik benda telah di ubah dan di unggah di dunia maya. Trend ini akan terus berkembang mengingat pengguna internet terus berkembang dari mulai surfing, transaksi banking, jual beli, atau bersosialisasi melalui sosial media.

Indonesia merupakan ladang subur untuk sosial media. Pengguna facebook di Indonesia merupakan ketiga terbesar di dunia dengan 43 juta akun, sedangkan twitter menduduki peringkat lima besar dunia dengan jumlah 19,5 juta akun. Dengan pengguna sebanyak itu, jejaring social merupakan sarana promosi yang low cost & high impact.

Selain media social, mempunyai web site tak kalah pentingnya. Sekarang orang juga akan mencari tahu tentang bisnis anda lewat internet sebelum memutuskan untuk membeli produk anda. Dengan memaksimalkan web site, berbagai macam keuntungan dapat diperoleh dari membentuk komunitas sampai membuka toko online.

Website dapat dibuat dengan membeli domain atau membuat blog. Google bekerja sama dengan beberapa perusahaan menyediakan layanan web site gratis untuk entrepreneur yang ingin membuat web site bisnisnya. Cukup kunjungi www.bisnisgoonline.co.id dan dalam 15 menit web site bisnis sudah bisa di search melalui google.


 Sadar brand
 Sekarang bukan lagi jaman branding namun sudah beralih ke bonding. Branding hanya mengenalkan brand bisnis namun bonding sudah mencapai level yang lebih tinggi. Yaitu loyalitas konsumen dengan membuat ikatan perasaan.

Bonding bisa dilakukan dengan berbagai cara, membentuk komunitas, membuat kartu anggota, membuat forum diskusi, CSR. Restoran yang menawarkan suasana kekeluargaan akan membuat konsumen merasa nyaman dan diterima. Dengan memainkan perasaan konsumen, mereka akan cenderung kembali karena merasa nyaman. Bonding dapat dilakukan dengan berbagai strategi.


Sadar Komunitas
 sebagai makhluk sosial berkomunitas menjadi kebutuhan manusia. Mulai dari komunitas hobi sampai komunitas pekerjaan banyak bermunculan. Karena itu sebagai entrepreneur, perlu menciptakan komunitas tersendiri bagi konsumennya. Tujuannya bukan hanya menjaga loyalitas konsumen saja, namun juga bisa menjadi masukan dan kritik terhadap perbaikan usaha yang dikelola.

UKM juga perlu membentuk komunitas bisnis. Banyak komunitas yang mengampu UKM agar bisa berkembang besar seperti Tangan Di Atas Community, Indonesian Business Forum, Indonesia Young Entrepreneur, dan komunitas lainnya. Banyak manfaat yang bisa diperoleh bergabung dengan komunitas Entrepreneur.

Pelatihan-pelatihan dan diskusi banyak di adakan oleh komunitas UKM. Selain itu, tersedia mentor yang akan mendampingi dan memberi banyak masukan. Mentor-mentor biasanya merupakan anggota komunitas yang telah menjalankan bisnis cukup lama dan berpengalaman, sehingga akan ada banyak nasihat agar resiko gagal dalam berbisnis dapat ditekan.

Manfaat lain dengan bergabung dalam komunitas UKM adalah memperluas jaringan. Sehingga kerja sama dan bisnis dengan teman komunitas sering terjadi. Beberapa komunitas bahkan telah membangun kerja sama dengan bank-bank maupun perusahaan besar lainnya yang bertujuan untuk memudahkan anggota mencari modal.


Sadar Spiritual
 Berbisnis tidak hanya soal uang semata, namun juga membutuhkan semangat spiritual di dalamnya agar tidak merugikan orang lain. Bisnis merupakan sarana membangun ekonomi pribadi, keluarga dan umat. Ketika bisnis hanya menguntungkan salah satu pihak saja, maka bisnis tersebut tidak akan bertahan lama.

Dalam berbisnis kebaikan bersama harus diperhatikan. Menjual barang-barang yang merugikan seperti zat adiktif dan makanan yang berbahaya bagi kesehatan mungkin menguntungkan. Namun dalam jangka panjang justru merugikan. Dengan arus informasi yang tanpa barrier, konsumen menjadi lebih pandai untuk memilah produk yang menguntungkan dan merugikan. Sehingga konsumen akan melabel negatif bisnis tersebut. 

Sebaliknya ketika bisnis memberikan value dan keuntungan kepada konsumen, maka konsumen akan senang dan loyal. Pendapatan yang besar harus diimbangi dengan pajak, zakat dan sedekah yang lebih pula. Dengan mengadakan kegiatan sosial konsumen akan lebih peka terhadap brand, karena konsumen akan lebih memilih perusahaan yang peduli terhadap sesama.