Tahun 2014 di perkirakan pendapatan perkapita
Indonesia akan menembus angka $5000. Hal ini akan membuat tingkat konsumsi
meningkat dan mengakibatkan masyarakat menjadi lebih konsumtif. Bila tidak
diimbangi dengan produksi dalam negeri yang tinggi maka neraca perdagangan
Indonesia akan menjadi defisit.
Disamping negara BRIC (Brazil, Rusia, India, Cina),
perekonomian Indonesia mulai menguat. Saat dunia dilanda krisis 2008, Indonesia
menorehkan prestasi dalam pertumbuhan ekonomi, World Bank pun mengapresiasi
Indonesia sebagai penyerap investor terbaik dunia disusul Cina dan India. Tak
heran Indonesia menjadi sasaran investor asing dan produk-produk impor.
Indonesia dihadapkan dengan kondisi akan menjadi
pasar atau pemasar. UKM yang mempunyai kontribusi sebesar 57% pada GDP nasional
merupakan harapan agar bangsa ini dapat menjadi pemasar dalam perekonomian
internasional.
Ke depan UKM akan menghadapai perusahaan-perusahaan
dalam dan luar negeri. Maka UKM harus bersatu dan menciptakan strategi jitu
agar dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Strategi “5 sadar” merupakan
strategy yang dihasilkan IBEC (Indonesia Business & Entrepreneurship Conference)
agar UKM tidak hanya menjadi usaha kecil menengah namun dapat menjadi usaha kreatif
merajalela.
Sadar financial
Entrepreneur sering terjebak dalam wara-wiri bisnis sehingga arus kas hanya
berasal dari pendapatan bisnis saja. Investasi yang tepat dapat menjadi sumber
arus kas lainnya. Terkadang hasil pendapatan investasi lebih besar dari pada
pendapatan bisnis. Sebaiknya para pengusaha, khususnya UKM yang mempunyai cukup
modal mulai melakukan investasi di bidang lain agar tetap mempunyai sumber
penghasilan ketika bisnis sedang redup.
Income Pentagon merupakan strategi
kolaborasi antara bisnis dan investasi yang fokus pada penciptaan arus kas. Konsep
ini membuat entrepreneur melakukan asset management yang tepat sehingga arus
kas berjalan dan bisnis dapat berkembang.
Income pentagon menempatkan sedekah sebagai anchor utamanya dan disertai lima anchor lainnya seperti Bisnis, Waralaba, Emas (logam mulia), Properti, dan Investasi Sektor Keuangan. Dengan mengkolaborasikan sedekah beserta pasangan atau kelima anchor tersebut secara konsisten, bisnis akan mempunyai arus kas yang kuat. Income pentagon tidak membicarakan tentang berapa jumlah uang yang dimiliki. Kecerdasan financial tentang pengetahuan uang tersebut dan aksi konkrit lah yang akan membuahkan hasil.
Sadar
Online
Internet sudah menjadi kebutuhan dalam kehidupan
yang semakin maju karena dapat mempermudah berbagai kegiatan. Bentuk-bentuk
fisik benda telah di ubah dan di unggah di dunia maya. Trend ini akan terus
berkembang mengingat pengguna internet terus berkembang dari mulai surfing, transaksi
banking, jual beli, atau bersosialisasi melalui sosial media.
Indonesia merupakan ladang subur untuk sosial media.
Pengguna facebook di Indonesia merupakan ketiga terbesar di dunia dengan 43
juta akun, sedangkan twitter menduduki peringkat lima besar dunia dengan jumlah
19,5 juta akun. Dengan pengguna sebanyak itu, jejaring social merupakan sarana
promosi yang low cost & high impact.
Selain media social, mempunyai web site tak kalah
pentingnya. Sekarang orang juga akan mencari tahu tentang bisnis anda lewat
internet sebelum memutuskan untuk membeli produk anda. Dengan memaksimalkan web
site, berbagai macam keuntungan dapat diperoleh dari membentuk komunitas sampai
membuka toko online.
Website dapat dibuat dengan membeli domain atau
membuat blog. Google bekerja sama dengan beberapa perusahaan menyediakan
layanan web site gratis untuk entrepreneur yang ingin membuat web site
bisnisnya. Cukup kunjungi www.bisnisgoonline.co.id dan dalam 15 menit web site
bisnis sudah bisa di search melalui google.
Sadar
brand
Sekarang bukan lagi jaman branding namun sudah
beralih ke bonding. Branding hanya mengenalkan brand bisnis namun bonding sudah
mencapai level yang lebih tinggi. Yaitu loyalitas konsumen dengan membuat
ikatan perasaan.
Bonding bisa dilakukan dengan berbagai cara,
membentuk komunitas, membuat kartu anggota, membuat forum diskusi, CSR. Restoran
yang menawarkan suasana kekeluargaan akan membuat konsumen merasa nyaman dan
diterima. Dengan memainkan perasaan konsumen, mereka akan cenderung kembali karena
merasa nyaman. Bonding dapat dilakukan dengan berbagai strategi.
Sadar
Komunitas
sebagai makhluk sosial berkomunitas
menjadi kebutuhan manusia. Mulai dari komunitas hobi sampai komunitas pekerjaan
banyak bermunculan. Karena itu sebagai entrepreneur, perlu menciptakan
komunitas tersendiri bagi konsumennya. Tujuannya bukan hanya menjaga loyalitas
konsumen saja, namun juga bisa menjadi masukan dan kritik terhadap perbaikan
usaha yang dikelola.
UKM juga perlu membentuk komunitas bisnis. Banyak
komunitas yang mengampu UKM agar bisa berkembang besar seperti Tangan Di Atas
Community, Indonesian Business Forum, Indonesia Young Entrepreneur, dan
komunitas lainnya. Banyak manfaat yang bisa diperoleh bergabung dengan
komunitas Entrepreneur.
Pelatihan-pelatihan dan diskusi banyak di adakan
oleh komunitas UKM. Selain itu, tersedia mentor yang akan mendampingi dan
memberi banyak masukan. Mentor-mentor biasanya merupakan anggota komunitas yang
telah menjalankan bisnis cukup lama dan berpengalaman, sehingga akan ada banyak
nasihat agar resiko gagal dalam berbisnis dapat ditekan.
Manfaat lain dengan bergabung dalam komunitas UKM
adalah memperluas jaringan. Sehingga kerja sama dan bisnis dengan teman
komunitas sering terjadi. Beberapa komunitas bahkan telah membangun kerja sama
dengan bank-bank maupun perusahaan besar lainnya yang bertujuan untuk memudahkan
anggota mencari modal.
Sadar
Spiritual
Berbisnis tidak hanya soal uang semata,
namun juga membutuhkan semangat spiritual di dalamnya agar tidak merugikan
orang lain. Bisnis merupakan sarana membangun ekonomi pribadi, keluarga dan
umat. Ketika bisnis hanya menguntungkan salah satu pihak saja, maka bisnis tersebut
tidak akan bertahan lama.
Dalam berbisnis kebaikan bersama harus diperhatikan.
Menjual barang-barang yang merugikan seperti zat adiktif dan makanan yang
berbahaya bagi kesehatan mungkin menguntungkan. Namun dalam jangka panjang justru
merugikan. Dengan arus informasi yang tanpa barrier, konsumen menjadi lebih
pandai untuk memilah produk yang menguntungkan dan merugikan. Sehingga konsumen
akan melabel negatif bisnis tersebut.
Sebaliknya ketika bisnis memberikan value dan
keuntungan kepada konsumen, maka konsumen akan senang dan loyal. Pendapatan
yang besar harus diimbangi dengan pajak, zakat dan sedekah yang lebih pula.
Dengan mengadakan kegiatan sosial konsumen akan lebih peka terhadap brand,
karena konsumen akan lebih memilih perusahaan yang peduli terhadap sesama.






