Selasa, 15 November 2011

Sang Penakluk


Judul         :   Umar bin Al Khatab The Conqueror
Penulis      :   Abdurrahman Asy Syarqawi
Penerbit    :   Arkan Leema
Cetakan    :   April 2010
Tebal         :   599+x halaman


“ Aku memberikan jaminan keamanan bagi penduduk Baitul Maqdis, harta mereka, gereja, salib, dan simbol-simbol lainnya. Gereja mereka tidak akan dijadikan tempat tinggal atau dihancurkan”


Kedahsyatan sejarah semasa kekhalifahan Umar bin Khatab dituangkan oleh Abdurrahman Asy Syarqawi ke dalam sebuah cerita novel yang menggunakan bahasa lugas dan tegas, namun tetap menarik untuk dibaca. Buku ini telah banyak di terjemahkan dalam berbagai bahasa. Kisah ini pun sarat dengan makna dan nilai-nilai islam yang diceritakan melalui tokoh Umar bin Khatab dalam menghadapi masalah-masalahnya, sehingga tidak ada kesan menggurui dan menceramahi tentang ajaran agama malah merasa semakin penasaran untuk mengetahui bagaimana Umar menyelesaikan masalahnya dengan berpedoman pada syariat islam.
Dalam buku ini diceritakan Umar bin Khatab yang berwatak keras tumbuh dewasa di tengah suku Quraisy. Dia merupakan orang yang disegani karena kepandaian dan keahlian bergulatnya. Umar adalah tokoh Quraisy yang paling gencar memerangi Islam. Bahkan Umar ditakuti karena kegemarannya menyiksa pemeluk islam secara sadis.
Namun pada akhirnya Umar memeluk islam dan menjadi orang terpercaya Rasul berdampingan dengan Abu Bakar. Mereka berdua ibarat pengawal pribadi Rasul yang selalu menemani ke manapun pergi.  Masuknya Umar dalam Islam membawa pengaruh yang sangat besar, umat islam menjadi lebih berani dalam menyatakan keislamannya karena mereka percaya penyiksaan terhadap mereka akan berkurang dengan Umar berada di sisi mereka.
Setelah masa Rasul umat Islam dipimpin oleh khalifah. Umar sebagai khalifah ke dua setelah Abu Bakar melakukan banyak sekali perubahan. Untuk pertama kalinya sistem pemerintahan eksekutif dan yudikatif terlahir dalam masa kekhalifahan umar. Dia memberikan lembaga peradilan kewenangan independent dan memberikan subsidi untuk rakyatnya yang tidak mampu.
Umar adalah seorang pemimpin yang tidak pandang bulu. Dia memperlakukan dan memberi aturan yang sangat tegas kepada pegawainya. Tidak heran bila saat itu gubernur-gubernurnya sangat patuh. Bila mereka ketahuan menutup pintu rumah untuk rakyatnya atau hidup dalam kemewahan maka Umar akan langsung memecat mereka. Sementara Umar sendiri hidup sangat sederhana. Dia selalu memakai pakaian yang penuh tambal sehingga sering kali orang-orang tidak mengenalinya sebagai khalifah bila di sedang di luar kantor.
 Umar dengan cukup gencar memperluas wilayah Islam sampai dengan Pakistan, Lebanon, Afghanistan, Palestina. Perang-perang besar terjadi dalam usaha perluasan wilayah ini. Dalam waktu yang sama para pejuang Umar harus berperang  menghadapi Kerajaan Persia dan Romawi di daerah yang berbeda. Pasukan Islam pun harus memecah kekuatannya menjadi dua bagian. Sementara pasukan Romawi dan Persia yang merupakan dua kerajaan terbesar saat itu mempunyai daerah yang sangat luas dan pasukan yang jauh lebih banyak daripada pasukan Islam. Di sisi lain banyak daerah yang rawan untuk melepaskan diri dan berkhianat bila tidak ada pasukan yang siap meredam pergolakan mereka.
Membaca buku ini seperti ikut terhanyut dalam suasana peperangan yang ganas. Gaya bahasa dan alurnya membuat tokoh-tokoh bersejarah yang diceritakan dalam buku ini pun seperti hidup dan ketangguhan serta sikap ksatria mereka dapat membuat kagum pembaca. Banyak sekali nilai-nilai kehidupan yang bisa diambil dari buku ini. Konflik-konflik yang terjadi dalam kisah ini dapat dibandingkan dengan kehidupan sekarang. Namun terlihat berbeda ketika Umar bin Khatab yang menanganinya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar